Senin Pekan Biasa I, 13 Januari 2020

1Sam 1: 1-8 + Mzm 116 + Mrk 1: 14-20

 

 

Lectio

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

 

Meditatio

Ada perasaan tidak nyaman yang dialami Hana, karena tidak adanya anak yang lahir dari kandungannya. Tidaklah demikian dengan Penina yang mempunyai anak-anak. Perlakuan suami yang berbeda pun dirasakan oleh Hana. Sama-sama sebagai istri dari Elkana, Hana merasa dinomerduakan oleh sang suami. Demikian juga perlakukan Penina terhadap dirinya dirasakan amat menyakitkan. Itulah resiko cinta segitiga antara Elkana terhadap kedua isterinya. Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki? Hiburan Elkana kurang dirasakan Hana. Kasih dan perhatian memang amatlah penting dalam hidup berkeluarga, demikian juga dalam berkomunitas.

Perhatian Yesus terhadap umatNya tidaklah memandang bulu. Yesus malah mengundang setiap orang datang kepadaNya, terlebih tentunya mereka yang letih lesu dan berbeban berat. Yesus juga memandang semua sebagai saudara dan saudariNya, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga. Yesus memanggil setiap orang dan mempercayakan kemurahanhatiNya dengan tidak memandang jabatan dan kedudukan yang dimilikinya. Andreas dan Simon, Yakobus dan Yohanes dipanggilNya dan dijadikanNya penjala-penjala ikan. Mereka pun mendengarNya dan langsung mengikutiNya. Ada sesuatu yang menarik dari Yesus, dan mereka pun akhirnya meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Kristus.

Apakah kita juga mudah menaruh perhatian terhadap sesame? Apakah kita malah sering acuh tak acuh terhadap sesame? Apakah kemauan diri lebih kita kedepankan dalam hidup bersama? Mengikuti Kistus Tuhan berarti harus berani menaruh perhatian terhadap sesama, yang tentunya keluarga hendaknya mendapatkan perhatian pertama dan utama.

 

Oratio

Yesus Kristus Tuhan kami, Engkau begitu menaruh perhatian terhadap orang-prang yang menaruh harapan kepadaMu. Engkau tidak memandang mereka, malah belaskasihMu yang Engkau tampakkan kepada mereka. Semoga kami semkain mendambahkan kehadiranMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia'. Ajakan Yesus seringkali sulit langsung kita mengerti.

Kedua, Andreas dan Simon segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Demikian juga Yakobus dan Yohanes seger meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)