Senin Pekan Biasa II, 20 Januari 2020

1Sam 15: 16-23 + Mzm 50 + Mrk 2: 18-22

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

 

Meditatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa', tegas Yesus kepada orang-orang Farisi yang mepersoalkan mengapa para murid Yesus tidak berpuasa. Selama seseorang bersama Yesus, sang Pengantin mulia, tidak perlu berpuasa. Tuhan Yesus yang membimbing dan mendampingi umatNya. Lagi pula, bukankah kedatanganYesus membawa sukacita?  'Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa', tambah Yesus. Setiap orang harus berani berpuasa dan berpuasa, bila memang dirinya telah terjauhkan dari Yesus Kristus. Berpuasa berarti usaha mendekatkan diri kembali dengan Tuhan Yesus. Berpuasa berarti melakukan segala kehendak Tuhan Yesus. Berpuasa sungguh bermakna bila diintesikan demi Yesus Kristus, dan bukan lainnya. Bukan untuk kesehatan, bukan unutk jaga body, bukan untuk pengendalian diri. Puasa hanya demi Yesus Kristus.

Mengikuti Yesus Kristus tetapi tidak melakukan kehendaknya, tak ubahnya menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Seseorang yang percaya kepada Kristus, harus melakukan segala kehendakNya. 'Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula'. 'Barangsiapa mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran' (1Yoh 2: 4).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untukmengamini segala kehendakMu. Sebab memang kami orang-orang yang percaya kepadaMu. Maka teguhkanlah hati dan budi kami, agar selalu siap melakukan kehendakMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa'. Hendaknya kita ada selalu bersama Yesus.

Kedua, 'anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula'. 'Barangsiapa mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017