Jumat Pekan Biasa IV, 7 Februari 2020






Sir 47: 2-11 + Mzm 18 + Mrk 6: 14-29

 

 

Lectio

Alkisah raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

 

Meditatio

'Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi'. Kata Herodes kepada banyak orang menanggapi berita tentang Yesus yang semakin santer. Kata-kata Herodes ini adalah kata-kata ketakutan atas dosa yang telah dia kerjakan. Ketakutan yang mencekam diri, karena ketidak beranian mengambil sikap. Dia takut kehilangan kehormatan, sehingga dengan enaknya mencabut orang lain, yang dia segani. Sebenarnya Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Apa bedanya kata-kata Herodes yang jahat ini dengan kata-kata seorang penjahat yang disalibkan bersama-sama Yesus? Bukankah kedua-duanya adalah penjahat? Keduanya memang sama-sama berkata-kata, tetapi yang membedakan adalah nada petobatan. Tidak ada nada tobat yang keluar dari mulut Herodes. Kata-katanya penuh kecongkaan, walau terbersit nada takut. Namun tidaklah demikian dengan penjahat yang menerima hukuman salib. Orang satu ini mohon pengampunan kepada Yesus, sang Mesias.

 

0ratio

Yesus Kristus, namaMu semakin dikenal banyak orang, tetapi sekaligus menjadi bahan perbantahan. Semoga kami yang telah percaya kepadaMu semakin mengenal Engkau dan menghayati panggilanMu bagi kami.Amin.


Contemplatio

Akulah Kebangkitan dan Hidup. Tidak ada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta