Jumat Pekan Biasa VI, 21 Februari 2020

Yak 2: 14-26 + Mzm 112 + Mrk 8: 34-40

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."

 

Meditatio

Mengikuti Yesus amatlah berat resikonya. 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'. Mengapa? Karena kita amat lemah. Kita tak berdaya, dan keselamatan ilahi tidaklah bergantung pada kehebatan dan kekudusan diri kita. Sebab memang, 'siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya'. Kekayaan tak mampu juga menjamin keselamatan, sebab apalah artinya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Malahan sejauhmana kedalam iman, perlu kita tunjukkan dalam kebersamaan hidup. Karena itu, Yesus pun menambahkan: 'barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus'. Iman bukanlah harta benda yang disimpan rapat-rapat. Iman adalah cara hidup di dunia ini.

Kelayakan seseorang di hadapan Tuhan, bukan kita yang mengukurnya, melainkan Dia sang Empunya kehidupan. Ai dolok martimbang, Hatubuan ni si marhora-hora; di Tuhan Debata na di banua ginjang  suhat-suhat ni hita jolma, begitulah bahasa indahnya.   

 

Oratio

Yesus Tuhan, Engkau memang memberi keselamatan kepada setiap orang. Namun Engkau tetap mengingatkan setiap orang untku berani melakukan segala yang baik, yang berkenan kepadaMu dan berguna bagi sesame, dan yang mendatangkan keselamatan. Hanya hidup sesuai dengan kehendakMulah, kami akan dapat beroleh keselamatan. Teguhkanlah semangat dan iman kami untuk mengikuti Engkau.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'. Mengikut Yesus berarti bertindak seperti Dia.

Kedua, 'barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus'. Jangalah itu dikatakan kepada kita.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016