Rabu Abu, 26 Februari 2020

Yl 2: 12-18 + 2Kor 5: 20-30 + Mat 6: 1-6.16-187

 

 

Lectio

Suatu kali bersabdalah Yesus: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

Meditatio

Apakah kita gemar mendapatkan pujian? Pujian akan semakin banyak, kalau suka memberi sedekah, suka berdoa dan suka berpuasa. Inilah kewajiban agama yang mendatangkan pujian bagi setiap orang yang melakukannya. Namun sayang kali, kalau kita tidak mendatangkan pujian dari Tuhan Allah, Bapa di surge. Itu berarti sedekah, doa dan puasa tidak mendatangkan keselamatan. Yesus malah mengajarkan, rahmat dan berkat akan kita terima dari Tuhan Bapa, bila kita memberikan sedekah, berdoa dan berpuasa itu secara tersembunyi, supaya tidak dilihat orang;  biarlah dilihat Bapa di surge, 'yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

Tentunya kita harus berani memilih untuk mendapatkan pujian dari siapa.

Melakukan yang tersembunyi itu berarti melakukan dengan hati. Sebab karena tergerak hatinya, dia akan memberikan sedekah bagi sesame, dan bukan dengan tangannya. Dalam senandung hati, dia melambungkan doa dan pujian kepada Tuhan, dan bukan dengan mulutnya, dia pun berpuasa, bukan dengan mengoyak bajunya, melainkan dengan mengoyak hatinya. Semunya ini mendatangkan berkat dan keselamatan dari Tuhan Bapa di surga, sang Empunya kehidupan.

 

Oratio

Yesus Kristus, ingatkan kami yang suka mendapatkan pujian dari sesame. Sulit bagi kami, kalau segala yang kami lakukan tidak mendapatkan pengakuan , malah penghargaan, dari sesama. Semoga dengan rahmat pertobatan, kami semakin berani mencari pujian yang hanya berasal daripadaMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu'. Hendaknya ikhlas.

Kedua, 'jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'. Berdoalah dengan hati.

Ketiga, 'apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'. Hanya Tuhan Allah yang tahu.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta