Rabu Pekan Biasa V, 12 Februari 2020

1Raj 10: 1-10 + Mzm 37 + Mrk 7: 14-23

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!". Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Meditatio

Dua hal yang disampaikan Yesus kepada kita. Pertama, 'segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Akibat tampak dan terasa adalah munculnya rasa sakit, bila tidak sesuai dengan kemampuan tubuh. Dengan demikian semua makanan halal; haram bila memang tidak sesuai dengan kemampuan tubuh. Haram bagi seseorang, tidaklah demikian bagi orang lain.

Kedua, 'segala yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'. Yang menajiskan seseorang itu adalah segala yang membuat seseorang kurang dan tidak layak di hadapan Tuhan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengijinkan setiap orang makan dan menikmati segala sesuatu, asal tahan tubuh merka. Engkauhanya mengingatkan kami malahan, bahwa segala kejahatan itu muncul dari dari diri kami sendiri. Semoga kami selalu mampu melakukan segala yang baik dan benar di hadapanMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Akibat tampak dan terasa adalah munculnya rasa sakit, bila tidak sesuai dengan kemampuan tubuh.  

Kedua, 'segala yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'. Yang menajiskan seseorang itu adalah segala yang membuat seseorang kurang pantas di hadapanNya.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)