Sabtu Pekan Biasa IV, 8 Februari 2020

1Raj 3: 4-11 + Mzm 119 + Mrk 6: 30-34

 

 

Lectio

Pada waktu kembali berkumpullah rasul-rasul itu dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

Meditatio

Yesus mengajak para muridNya beristirahat, karena mereka telah bekerja dengan penuh semangat. 'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!', ajak Yesus. Mereka diajak beristirahat, karena begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Karya pelayanan para murid mendapatkan banyak perhatian. Kendati demikian, par murid harus berani beristirahat.

Mengapa mereka harus beristirahat? Bagaikan pisau harus diasah selalu, demikianlah mereka para murid, dan tentunya juga setiap orang yang aktif dalam karya, harus beristirahat. Orang harus berani beristirahat untuk mengumpulkan tenaga yang hilang. Beristirahat membuktikan keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Tentunya semakin indah lagi, kalau setiap orang berani beristirahat dan menarik nafas bersama dengan Tuhan Yesus sendiri. Dia yang mengajak beritirahat, tentunya Dia juga memberi waktu bagi kita.

Mungkin Yesus bersama para muridNya ini kurang praktis dalam menyingkirkan diri, karena memang ternyata banyak orang mampu mendahului mereka ke tempat yang mereka tuju. Maka ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak. Mereka telah datang mendahului. Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Belaskasih Allah tetap mengatas segala-galanya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak para murid untuk beristirahat setelah bekerja keras. Semoga kami pun berani beristirahat guna mengolah kemampuan kami, terlebih beristirahat bersamaMu, menarik nafas sehat bersamaMu selalu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'. Kita amini ajakanNya.

Kedua, ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak. Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Belaskasih Allah tetap mengatasi segala-galanya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta