Selasa Pekan Biasa V, 11 Februari 2020

1Raj 8: 22-30 + Mzm 84 + Mrk 7: 1-13

 

 

Lectio

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."

Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

 

Meditatio

Sebelum tangan hendaknya membasuh tangan. Berdosakah kalau kita langsung makan, tanpa membasuh tangan terlebih dahulu? Adakah hubungannya dengan penegasan Paulus, bahwa tubuh kita adalah bait Allah yang kudus? Apakah tangan kotor upaya desakralisasi bait Allah? Bagaimana dengan penegasan Yesus, bahwa yang menajiskan seseorang itu berasal dari dalam, dan bukannya dari luar manusia?

Uang pensiun kedua orangtua, kita pakai untuk membeli dan membuat persembahan dalam upacara kudus. Tegakah kita kemudian menelantarkan kedua orangtua kita?

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengecam habis orng-orang yang menomerduakan hati yang selalu ingin terarah kepadaMu. Kami mohon kepadaMu, bantulah kami agar kami mampu menentukan segala yang baik bagi hidup kami, dan sesuai dengan kehendakMu yang menyelamatkan. Amin.

 

Contemplatio

'Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia'.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017