Hari Raya Maria menerima Kabar Gembira, 25 Maret 2020

Yes 7: 7-11 + Ibr 10: 4-10 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Meditatio

Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendakMu. Apakah Maria mengenal lagu itu? Mungkin Maria tidak mengenal lagu itu, tetapi ketika Allah meminta: 'sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus', Maria siap sedia melakukannya dengan berkata: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanMu'. Dia siap sedia melakukan kemauan Allah, karena dia sadar, bahwa dirinya hanyalah seorang hamba. Apalah arti hamba di hadapan Tuhan. Allah selalu bermaksud baik terhadap umatNya. Tidak cukup hanya dengan melagukan mazmur di atas, tetapi juga mau melakukan segala yang dikehendaki Allah.

Maria bukanlah orang yang menggampangkan kemauan dan kehendak Tuhan. Maria sempat bertanya: 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'.  Sebuah pertanyaan yang logis, masuk akal. Bagaimana semuanya itu bisa terjadi? Mana mungkin bagi dirinya mengandung di luar perkawinan?

Hidup rohani tidaklah mengabaikan kemampuan akal budi. Hidup rohani menyatu dengan hidup insani jasmani. Tumbuhnya hidup rohani harus dimbangi dengan kesehatan jiwa raga; juga demikian sebaliknya. Aneka kesulitan keseharian pun tidaklah langsung dilempar kepada Allah. Allah menciptakan manusia, sebagai makhluk yang bertangungjawab. Allah telah memberi bekal bagi orang-orang yang dikasihiNya. Maria bertanya, karena memang dia tidak mengerti. Allah akhirnya memang mengunci Maria dengan perkataan bagi Allah tidak ada yang mustahil. Sebab memang 'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah', tegas Allah melalui malaikatNya. Kalau Allah sendiri sudah menghendaki, masih beranikah seorang umatNya melawan? Maria telah berkomunikasi aktif dengan Allah. Maria sempat memurnikan pengalaman rohaninya bersama Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau memberi akal budi kami untuk selalu berani memilih yang baik. Terangilah kami selalu dengan RohMu, agar kami tetap pada pilihan baik, yang mendatangkan keselamatan. Ajarilah kami juga untuk mengamini kehendakMU dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'bagi Allah tidak ada yang mustahil'. Sebab Dialah sang Pencipta. Dialah awal segala-galanya.

Kedua, 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanMu'. Kata-kata seorang beriman.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita