Jumat Pekan II Prapaskah, 13 Maret 2020

Kej 37: 17-28 + Mzm 105 + Mat 21: 33-46

 

 

Lectio

Ketika itu bersabdalah Yesus: 'ada seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

Meditatio

Para penggarap dalam perumpamaan kali ini menyatakan diri sebagai orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahu diri. Mereka merebut tanah yang bukan milikinya, bahkan tak segan-segan membunuh para pekerja dan anak dari sang empunya kebun anggur. Perumpamaan ini meminta kita, agar menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih dan bertanggungjawab. Bukankah Tuhan Allah telah mengasihi kita? Masa Prapaskah benar-benar mengingatkan kita, agar berani merasakan betapa besar belaskasih Allah kepada kita orang-orang yang dikasihiNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, semoga Engkau selalu mengingatkan, agar kami menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu. Sebab Engkau telah banyak melompahkan rahmat belaskasihMu kepada kami. Ampunilah kami orang-orang, yang kurang tahu berterimakasih ini. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Janganlah terjadi pada diri kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta