Kamis IV Pekan Prapaskah, 26 Maret 2020

Kel 32: 7-14 + Mzm 106 + Yoh 5: 31-47

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?'.

 

Meditatio

Dengan mudahnya Musa melunakkan kemarahan hati Tuhan Allah (Kej 32). Dosa umat Israel, yang sampai membuat Allah berang, dihapuskan oleh belaskasih Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Ada yang mengatakan, bahwa Allah batal menghukum umat yang dikasihiNya, karena Musa adalah nabiNya yang kudus. Musa mendapatkan tempat dalam hati Tuhan.

Kita pun dapat melunakkan hati Allah, malah mendapatkan belaskasihNya, kalau memang kita percaya dan percaya kepadaNya. Musa adalah seorang yang beriman. Pegawai istana, yang kita renungkan kemarin dan perempuan Siro-Fenesia adalah contoh orang-orang beriman, yang oleh kepecayaannya, mereka mendapatkan rahmat dan berkatNya.

Hari ini kita diminta Yesus juga untuk percaya akan segala pekerjaan yang dilakukanNya. Sebab 'pekerjaan yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku', tegas Yesus. Sebab dari pekerjaanNya, kita tahu dengan tepat siapakah Dia sebenarnya. Tidak ada yang dapat mengampuni, kecuali Allah (Mrk 2: 7). Kalau kaum Yahudi mempelajari kitab suci dimaksudkan unutk mengenal Alah, demikian pula kalau mendalami aneka hal, pada akhirnya kita akan mengakui bahwa Allah adalah Awal dan Akhir dari perjalanan hidup manusia.

 

Oratio

Yesus Kristus, ajarilah kami semakin memahami segala pekerjaan yang Engkau lakukan. Ada banyak hal yang sulit kami mengerti memang, tapi kami yakin Engkau melakukan semuanya itu hanya demi keselamatan kami. Terangilah kami dengan kasihMu. Amin.

 

Contemplatio

'Pekerjaan yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku'. Kesaksian asli dari Yang mengutusNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta