Kamis Pekan II Prapaskah, 12 Maret 2020

Yer 17: 5-10 + Mzm 1 + Luk 16: 19-31

 

 

Lectio

Ketika itu bersabdalah Yesus: 'ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'.

 

Meditatio

Janganlah terlambat. Menyesal di kemudian hari, tidak ada gunanya. Sudah kepalang basa. Kata-kata inilah yang sering kita dengar. Supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari, baiklah kalau setiap orang berhati-hati dan menaruh perhatian terhadap aneka hal mulai sekarang. Benarlah apa yang dikatakan Abraham dalam cerita kudus yang diberikan Yesus sendiri hari ini: 'jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'. Abraham berkata-kata demikian, karena ada tuntutan dan permintaan dari seseorang kaya yang tidak mau tahu akan Lazarus selama hidupnya. Kini dia membela dan meminta belaskasihan bagi saudara-saudaranya yang masih di dunia. Keselamatan kelak amat ditentukan selama kita masih dalam perjalanan hidup ini. Pertobatan Saulus telah ada pengkondisian diri jauh-jauh sebelumnya. Kata-kata pertobatan seorang penjahat di samping Yesus, muncul setelah adanya pergolakan bathin yang mendalam. Kedua pertobatan ini tidak bisa kita pakai dalam menggampangkan diri dalam menantikan belaskasih Tuhan.

Masa Prapaskah mengingatkan kita semua, bahwa adanya sabda Tuhan yang telah mempersiapkan kita untui menerima rahmat dan belaskasih Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu bersabda dan menyapa kami untuk selalu melakukan kehendakMu. Lembutkanlah hati kami, agar kami tidak berkeraskepala dalam melakukan segala keinginan kami, yang sering berlawanan dengan kehendakMu yang menyelamatkan itu. Semoga kami pun hari demi hari berani menaruh perhatian terhadap sesame, sebagai tanda kehadiranMu sendiri. Amin.

 

Contemplatio

'Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'.  

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta