Minggu Prapaskah III, 15 Maret 2020

Kel 17: 3-7 + Rm 5: 1-8 + Yoh 4: 5-15

 

 

Lectio

Suatu hari sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

 

Meditatio

Karena tidak ada air, orang-orang Israel bertengkar dengan Musa dan mencobai Tuhan Allah. Itulah peristiwa di Masa dan Meriba (Kel 17). Kekurangan makan, seseorang dapat melawan Allah. Segala kebaikan dan kemurahan hati Allah, yang membebaskan Israel dari perbudakan Mesir, sepertinya terhapuskan oleh ketiadaan air. Segala belaskasih Allah yang pernah dinikmati sepertinya tidak menjadi pengalaman yang indah bagi Israel untuk memandang masa depan yang ceria.  Israel marah, karena tidak adanya air. 'Layakkah engkau marah?', seru Tuhan (Yun 4)

Sebagaimana air menjadi kebutuhan kita, demikian Yesus adalah kebutuhan hidup ini. 'Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya'. Inilah janji Yesus yang menyelamatkan. Yesus adalah Air Kehidupan. Tanpa air, kita mati; demikianlah tanpa Kristus kita binasa.

Orang yang menikmati kehadiran Kristus dalam dirinya, dia juga akan menjadi berkat bagi sesame. sebab 'Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal'.

 

Oratio

Yesus Kristus, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus lagi, sebab memang hanya Engkaulah Sumber kehidupan. Engkaulah yang memberi kesegaran hidup. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya'. Inilah janji Yesus yang menyelamatkan.

Kedua, 'Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal'. Kita nikmati kehadiranNya.

Ketiga, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus lagi, sebab memang hanya Engkaulah Sumber kehidupan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta