Selasa IV Pekan Prapaskah, 24 Maret 2020

Yes 47: 1-9 + Mzm 46 + Yoh 5: 1-16

 

 

Lectio

Pada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

 

Meditatio

Di dekat kolam Siloam ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Tidak ada seorang pun yang mau menolong dia ketika air mulai bergerak. Kemanakah saudara-saudarinya? Begitu rewelkah orang satu ini, sehingga tidak ada yang mau menolongnya? Atau memang orang-orang menghukumnya dengan membiarkan dia seorang diri? Ketika Yesus bertanya maukah engkau sembuh, orang satu itu pun tidak menjawabNya. Setelah disembuhkanNya pun, sepertinya dia lupa daratan dan tidak mengucapkan sepatah katapun kepada Yesus.

'Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk', tegas Yesus. Orang berdosa pun mendapatkan perhatian dari Yesus. Persis sama dengan orang buta yang disembuhkanNya, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin.  Belaskasih Tuhan Yesus terbuka bagi setiap orang, karena memang Dia datang bagi orang-orang berdosa supaya bertobat. BelaskaihNya memberi kehidupan, sebagaimana digambarkan dalam kitab Yehezkiel 47. Dalam peristiwa hari ini pun, Yesus sengaja menarik orang lumpuh itu, agar mau kembali kepada Allah dengan berani bertobat.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyapa dan menyapa kami dalam segala keterbatasan kami. Engkau tidak memperhitungkan kelemahan kami, bahkan dosa kami. Engkau malahan manarik kami agar berani lepas dari lumpur dosa. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'maukah engkau sembuh?'. Yesus selalu memperhatikan kita, tinggal kita menjawabNya.

Kedua, 'engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk'. Yesus selalu mengundang kita untuk bertobat.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta