Senin III Pekan Prapaskah, 16 Maret 2020

2Raj 5: 1-15 + Mzm 42 + Luk 4: 24-30

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

Meditatio

Yesus mencontohkan dua orang nabi besar, Elia dan Elisa, yang diutus dan sekaligus didatangai oleh orang-orang yang berasal jauh, dan bukannya orang-orang sekitarnya. Sangat disesalkan memang, orang-orang yang tinggak di sekitar nabi menolak kehadirannya. Demikian orang-orang Nazaret, yang 'kecewa dan menolak Dia' (Mat 13). Mereka tidak mau tahu akan kehadiran sang Penyelamat.

Amat tidak mengenakkan memang teguran Yesus. Namun pada saat itulah sebenarnya kesempatan untuk memohon maaf dan ampun atas sikap mereka selama ini, tetapi itu pun tidak mereka lakukan. Mereka malahan sangat marah, dan bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Yesus sadar bahwa Dia akan disesah dan dibunuh, tetapi bukan sebagai kematian sia-sia, melainkan tebusan bagi seluruh umat manusia. Karena itu, Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia hanya untuk menyelamatkan kami. Engkau pun rela disesah, mati di kayu salib hanya demi keselamatan orang-orang yang Engkau kasihi. Semoga kami berani mengamini sabdaMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya'. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016