Senin V Pekan Prapaskah, 30 Maret 2020

Dan 13: 1-9 + Mzm 23 + Yoh 8: 1-11

 

 

Lectio

Suatu hari pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Meditatio

SabarNya, gak ketulungungan. Kata-kata iutlah yang pantas terucap dan kita sampaikan kepada Yesus. 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang', kata Yesus kepada perempuan yang kedaapatan berdosa perzinahan. Yesus bukannya tidak bisa marah atau jengkel. Bisa. Dia malah juga mengecam habis kemunafikan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Namun semuanya itu tidak menghilangkan kesabaran dan kemurahanhatiNya. Yesus tahu benar kapan harus marah.

'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'. Kata-kata inilah yang menyelamatkan perempuan berdosa itu dari amukan massa. Kata-kata ini sekaligus mengecam orang-orang yang menganggap diri benar dan mencari kesalahan sesame. Teguran dan peringatan tetap memang harus kita sampaikan kepada orang yang bersalah. Kita pun termasuk orang yang salah sesat, bila berdiam diri ketika melihat orang dalam lumpur kesalahan dan dosa. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mengangkat perbuatan perumpuan ini, bukan mengajak dia bertobat, melainkan hanya ingin mencobai Yesus.

Prapaskah mengajak kita menjadi orang sabar.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau begitu sabar menghadapi watak dan perilaku kami manusia. Ajarilah kami untuk berani meneladan Engkau dalam setiap perjumpaan dengan sesame, terlebih mereka yang tidak sesuai dengan gambaran diri kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'. Yesus mengajak kita berani instropeksi.

Kedua, 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang'. Yesus penuh belaskasih.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita