Jumat Pekan Paskah II, 24 April 2020

Kis 5: 34-42 + Mzm 27 + Yoh 6: 1-15

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

 

Meditatio

'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia', komentar banyak orang setelah melihat dan merasakan sendri aneka mukjizat yang dikerjakan Yesus. Tentunya seperti dikatakan Nikodemus, kalau bukan orang yang diutus Allah, pasti Dia tidak bisa melakukan segala pekerjaanNya. Amatlah baik menerima dan memiliki Dia. Yesus, yang mengenal isi hati umatNya, tahu bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Bagi Yesus tidaklah sulit menjadikan diriNya sebagai orang tersohor. Aneka tanda yang diperbuatNya membuka mata hati banyak orang. Hanya orang pemuka agama Israel, yang merasa kehilangan pamor diri, menolak dan berusaha membinasakan Yesus.

Untuk apa gelisah dengan kehadiran Yesus? Dia bisa membuat dan menjadikan diriNya? Namun semua yang dikerjakanNya hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Dia tidak menghakimi dunia. Dia tidak ingin menjadi Pembuat mukjizat. Dia memang sadar sebagai seorang Tabib, yang datang untuk menyembuhkan orang sakit. Lebih baik, seperti dikatakan Gamaliel, janganlah bertindak terhadap Orang ini. Biarkanlah Dia, sebab jika maksud dan perbuatanNya berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan Orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah (bdk Kis 5).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sungguh berkuasa atas hidup. Ajarilah kami membiarkan Engkau berkuasa dan meraja dalam hidup kami, sebab kami yakin Engkau akan membuat kami lebih baik dan bahagia adanya. Amin.

 

Contemplatio

Janganlah bertindak terhadap Orang ini. Biarkanlah Dia, sebab jika maksud dan perbuatanNya berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan Orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.

 

 

 

 

Jumat Pekan Paskah II

24 April 2020

Kis 5: 34-42 + Mzm 27 + Yoh 6: 1-15

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

 

Meditatio

'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia', komentar banyak orang setelah melihat dan merasakan sendri aneka mukjizat yang dikerjakan Yesus. Tentunya seperti dikatakan Nikodemus, kalau bukan orang yang diutus Allah, pasti Dia tidak bisa melakukan segala pekerjaanNya. Amatlah baik menerima dan memiliki Dia. Yesus, yang mengenal isi hati umatNya, tahu bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Bagi Yesus tidaklah sulit menjadikan diriNya sebagai orang tersohor. Aneka tanda yang diperbuatNya membuka mata hati banyak orang. Hanya orang pemuka agama Israel, yang merasa kehilangan pamor diri, menolak dan berusaha membinasakan Yesus.

Untuk apa gelisah dengan kehadiran Yesus? Dia bisa membuat dan menjadikan diriNya? Namun semua yang dikerjakanNya hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Dia tidak menghakimi dunia. Dia tidak ingin menjadi Pembuat mukjizat. Dia memang sadar sebagai seorang Tabib, yang datang untuk menyembuhkan orang sakit. Lebih baik, seperti dikatakan Gamaliel, janganlah bertindak terhadap Orang ini. Biarkanlah Dia, sebab jika maksud dan perbuatanNya berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan Orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah (bdk Kis 5).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sungguh berkuasa atas hidup. Ajarilah kami membiarkan Engkau berkuasa dan meraja dalam hidup kami, sebab kami yakin Engkau akan membuat kami lebih baik dan bahagia adanya. Amin.

 

Contemplatio

Janganlah bertindak terhadap Orang ini. Biarkanlah Dia, sebab jika maksud dan perbuatanNya berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan Orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017