Kamis Oktaf Paskah, 16 April 2020

 

Kis 3: 11-26 + Mzm 8 + Luk 24: 35-48

 

 

Lectio

Malam itu juga kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini".

 

Meditatio

'Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku', sapa Yesus kepada para muridNya secara bersama-sama. Inilah penyataan Yesus pertama kalinya di hadapan para murid. Yesus memberi kesaksian, memberikan bukti diri, bahwa Dia hidup. Yesus tetap memakai tubuh, yang dapat ditangkap secara inderawi, yang 'ada daging dan tulangnya', tetapi tubuh rohani, dan bukan yang jasmani. Yesus tidak mengikatkan diri lagi dalam ruang dan waktu. Inilah tubuh kebangkitan.

Yesus berkata-kata seperti itu, karena mereka terdiam dan tercengang, ketika Yesus menyapa mereka: 'damai bagimu'. Mereka semua diam. Mengapa kedua murid yang baru datang dari Emaus tidak berkata-kata? Apakah mereka berdiam, mengingat Petrus, sang ketua mereka belum berkata-kata, sebagaimana dilakukan Yohanes ketika mereka berlari pergi ke makam? Sulit bagi mereka menerima kenyataan seperti ini, bahwasannya Dia yang mati, hidup kembali. 'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga', tegas Yesus. Inilah iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

'Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini', tambah Yesus. Para murid diajak bertanggungjawab dalam karya pewartaan. Mereka harus menjadi saksi-saksi hidup, bahwa Kristus hidup. Barangsiapa percaya kepadaNya akan beroleh hidup abadi. Para Rasul dalam Kisah hidup mereka (Kis 3) begitu bersemangat mewartakan kabar pertobatan, sebagaimana diminta Yesus. Mereka berani menentang arus publik hanya untuk mewartakan kebenaran tentang Yesus Kristus.

 

Oratio

Yesus Kristus, para murid begitu berani mewartakan kabar pertobatan kepada banyak orang. Kami pasti tidak berani seperti mereka. Kami tidak membela diri, tetapi kami sungguh tidak berani. Maka ajarilah untuk mendapatkan cara dan usaha untuk mewartakan kebangkitan Paskah sesuai dengan jaman ini. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku'. Yesus hadir dalam tubuh kebangkitan.

Kedua, 'damai bagimu'. Kita harus berani membawa salam damai bagi setiap orang.

Kedua, 'dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini'. Kita harus menjadi saksi-saksi hidup.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017