Kamis Pekan Paskah III, 30 April 2020

Kis 8: 26-40 + Mzm 66 + Yoh 6:44-51

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus kepada mereka: "tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

 

Meditatio

'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga', tegas Yesus tanpa segan-segan.  'Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'. Penyataan Yesus menegaskan sungguh bahwa diriNya menjadi kebutuhan setiap orang untuk menikmati hidup kekal, untuk kembali menjadi penghuni surge. Setiap orang harus berani menerima diriNya. Percaya dan menerima Yesus adalah wajib hukumnya; tentunya bagi mereka yang berkeinginan hidup kekal di surga.

'Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Yesus memberikan diriNya, hidupNya bagi dunia. Yesus menjadi menjawabi kebutuhan semua orang untuk hidup di dunia ini, yang mengarah kepada kehidupan kekal. Roti yang diberikanNya tidak membuat orang berhenti hidup di dunia ini, melainkan menghantar orang kepada kehidupan kekal. 'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu'.

Roti diberikan kepada hidup dunia, karena memang dalam konteks perikop hari ini, mengingat tidak 'ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa'. Ketidakmampuan anak-anak dunia ini memandang Bapa, tentunya semenjak mereka semua jatuh ke dalam dosa, yang karena hasutan setan ingin menjadi serupa dengan sang Pencipta. Meninggalkan taman Firdaus berarti meninggalkan dekapan Allah ya ng menyayanginya semenjak dunia dijadikan.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang dan memberikan hidupMu bagi kami agar kami menikmati hidup di dunia ini dengan penuh syukur dan pada akhirnya boleh menikmati hidup kekal. Semoga kami semakin hari semakin setia dalam percaya kepadaMu. Semoga kami menjadi orang-orang yang kenyang akan santapan yang Engkau sediakan dalam perjalanan hidup ini. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga'.  Yesus bukan sembarang santapan bagi umatNya.

Kedua, 'Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'. Dialah Yesus, santapan surgawi.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita