Kamis V Pekan Prapaskah, 2 April 2020

Kej 17: 3-9 + Mzm 105 + Yoh 8: 51-59

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

 

Meditatio

Kata-kata orang Yahudi: 'sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya', patutlah kita mengerti dalam konteks jamanNya. Namun tidaklah demikian, pada jaman kita yang telah beroleh karya penebusanNya. Tentunya kata-kata Yesus: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada' amat sulit dipahami juga, apalagi kalau mereka membaca Kitab Suci secara sepotong-potong. Kehidupan rohani yang tidak seimbang, tidak ubahnya para ahli Taurat, yang mempelajari kitab suci, tetapi tidak menuruti firmanNya. SabdaKu tidak ada dalam hati mereka. Apakah kita, yang sudah menikmati karya penebusanNya, masih terbersit dalam benak diri untuk mengambil batu melempari Dia, terlebih bila menghadapi aneka persoalan yang sulit terselesaikan?

Yesus sempat menghilang dan meninggalkan Bait Allah, karena memang Dia datang bukan untuk mencari nama. Dia bukan untuk menyelamatkan diri.  Yesus tidak berkeinginan menjadi seorang pahlawan. 'Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku'. Yesus meninggalkan bait Allah, karena memang Dia hendak pergi menyelesaikan tugasNya di Yerusalem, di kayu salib, dan memang pada waktu itulah Bapa mempermuliakan diriNya. Yesus dipermuliakan, bukan di gunung Tabor, melainkan di kayu salib, ketika menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau begitu setia dalam tugas panggilanMu. Engkau tidak takut mati, walau bukan ingin mati secara sia-sia. Engkau hendak menyerahkan nyawa hanya demi kami, orang-orang yang Engkau sayangi. Teguhkanlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada'. Segala-galanya tercipta dalam Dia.

Kedua, 'jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku'. Itulah kehendak Bapa, dan Yesus melakukannya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017