Sabtu Pekan Prapaskah V, 4 April 2020

Yeh 37: 21-28 + Mzm + Yoh 11: 45-56

 

 

Lectio

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"

 

Meditatio

Nubuat yang benar selalu berasal dari Tuhan Allah, yang disampaikan nabi oleh umat Allah lainnya. 'Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa'. Bernubuat tentunya berdasarkan pengalaman akan Allah, dan bukan karena diri sedang menyenangi atau pun membenci seseorang, dan bukan pula untuk mencari nama. Bernubuat tentunya selalu sesuai dengan kehendak Allah. Kayafas bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Semuanya itu dikatakannya, bukan karena ada simpati atau antipati, perasaan senang atau tidak senang, dan tidak dibuat-buat. Kayafas sebagai imam agung tentunya membaca kitab suci dan mencoba mempelajari segala yang diucapkan Yesus Orang Nazaret, yang perilaku dan ajaranNya menjadi bahan pembicaraan banyak orang.

Banyak orang mencari Yesus, bukan karena kerinduan kepadaNya, melainkan karena nubuat atau fatwa imam agung yang menyatakan tentang kematianNya. 'Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?'. Mereka saling bertanya, tetapi bukan ungkapan kepedulian mereka akan hidupYesus.

Cara Tuhan Allah mengumpulkan, menyatukan dan menyelamatkan orang-orang yang dikasihiNya, sebagaimana dinubuatkan oleh Yeremia (bab 31), ternyata tidaklah sama dengan gambaran kita tentunya; tentunya Yeremia secarfa pribadi sama dengan kita. Mereka semua oranag dikumpulkan, bukannya dengan paksaan dan kewajiban, tetapi dengan panggilanNya yang kudus, bahkan dengan karya penebusan di kayu salib.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyerahlan nyawa demi keselamatan kami. Engkau tidak mau mati secara sia-sia, melainkan dengan kematian yang penuh makna. KematianMu juga menyatukan semua manusia dalam pelukan kasihMu. Semoga kami semakin mendengarkan karya penyelamatanMu dalam sabda kehidupan. Amin.

 

Contemplatio

Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita