Selasa dalam Pekan Suci, 6 April 2020

Yes 49: 1-6 + Mzm 71 + Yoh 13: 21-38

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu". Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"  Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

Meditatio

Semua berjalan sebagaimana mestinya. Maria, saudari Lazarus memberangkatkan Yesus ke Yerusalem, dan mengurapiNya terlebih dahulu dengan minyak narwastu. Orang-orang menyambut kedatangan Yesus dengan sorak-sorai: hosanna Putera Daud. Mereka pun menghaparkan jubah mereka sebagai tanda hormat dan kepatuhan merkea. Yesus pun tetap membiarkan semua muridNya bingung dan melakukan keinginan mereka sendiri. Semua bertanya-tanya siapakah yang akan mengkhinati sang Guru. Mereka tidak mengetahuinya. Mereka juga tidak mengerti kata-kata Yesus: 'dialah, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya', yang kemudian mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.  Yudas Iskariot berencana mengkhinati sang Guru, dan Yesus pun sepertinya membiarkan iblis merasuki murid yang dikasihiNya itu, malah menegaskan: 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera'. Yesus tetap membiarkan murid yang diberi kunci surga tetap emosional. 'Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!', seru Petrus, tetapi pada akhirnya Yesus mengingatkan: 'sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali'. Apakah karena pilihanNya sebagai pemegang kunci, maka Dia sempat mengingatkan Petrus?

'Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera', sebab Aku dan Bapa adalah satu. Aku dalam Bapa, dan Bapa dalam Aku. Yesus sama sekalai tidak menyatakan, bahwa diriNya akan disalibkan, karena memang semua telah ditakan jauh-jauh sebelumnya. Sebab dalam salibNya, Dia ditinggikan dan dimuliakan oleh Allah Bapa yang mengutusNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau membiarkan segala-galanya berjalan sebagaimana adanya. Engkau tahu akan segala yang menimpa diriMu, sebagiamana pengetahuan kami, tetapi semeunya itu adlah proses pemuliaan yang Engkau nikmati oleh karena Bapa di surge. Ajarilah kami untuk mebjadi orng-orang yang setia seperti Engkau. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera'. Yesus membiarkan segala-galanya berjalan sebagaimana adanya.

Kedua, 'sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali'. Orang yang Kukasihi akan Kuhajar, demikian Petrus sepertinya.

Ketiga, 'sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera', sebab Aku dan Bapa adalah satu.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita