Selasa Pekan Paskah III, 28 April 2020

Kis 7: 51-60 + Mzm 31 + Yoh 6: 30-35

 

 

Lectio

Pada waktu itu orang banyak serentak menanggapi ajakan Yesus. Kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

Meditatio

'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa', pinta mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Mereka meminta tanda. Mereka meminta bukti. Mereka meminta jaminan apakah yang akan diterimanya bila percaya kepadaNya. Mereka semakin tertarik sepertinya, terlebih karena Yesus menegaskan, bahwa Bapa yang memberikannya. Mereka sudah mengenal (pernah mendengar ada) Bapa. 'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi', tegas Yesus kepada mereka. Ini berarti menerima Yesus adalah makan Roti hidup. Menerima Yesus menjadi jaminan bagi setiap orang untuk hidup nyaman dan tak berkekurangan, sebab mereka tidak akan lapar dan haus lagi. Mereka menjadi orang-orang yang tak berkekurangan. Mereka mendapatkan makanan yang menghantar sampai hidup kekal.

Hidup nyaman dalam Yesus Kristus, bukanlah kesempatan berpangkutangan atau berfoya-foya, malahan hidup yang selalu membawa pelita di tangan dan minyak dalam buli-buli. Orang seperti ini memang yang tidak berkekurangan, malah bersiap sedia dengan segala yang akan terjadi. Pengalaman santo Stefanus (Kis 5) menyatakan hal ini.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkaulah Roti hidup yang turun dari surge, Anugerah dari Bapa sendiri. Semoga kami siap sedia selalu, dan bahkan selalu rindu menikmati kehadiranMu yang menyelamatkan. Semoga kami pun selalu siap sedia makan bersamaMu dalam perayaan Ekaristi kudusMu. Amin.

 

Contemplatio

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'. Kita nikmati kehadiranNya.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017