Senin dalam Pekan Suci, 6 April 2020

Yes 42: 1-7 + Mzm 27 + Yoh 12: 1-11

 

 

Lectio

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

 

Lectio

'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku'. Inilah pemaknaan Yesus  terhadap tindakan yang Maria, saudari Lazarus, yang membasuh kakiNya dengan minyak narwastu dan menyeka dengan rambutnya. Mengapa Yesus memaknainya seperti itu?  Atau memang Maria sungguh tahu akan apa yang terjadi pada Tokoh yang dipuja-pujinya itu?

Waktu akan dimakamkan, adakah orang yang mengurapi jenasah Yesus dengan rempah-rempah? Maria Magdalena pun gagal mengurapi jenasah Yesus, karena memang Dia sudah bangkit pada waktu itu. Apakah Yesus merasakan dan memaknai sungguh bahwa keberangkatanNya esok hari dipersiapkan oleh Maria? Keberangkatan ke Yerusalem adalah proses pemuliaan Yesus oleh Bapa. Maria mempersiapkan dan memberangkatkanNya, dan orang-orang Yerusalem menyambutNya dengan penuh sukacita.

Memanggul salib adalah cara satu-satunya yang dilakukan Yesus untuk ditinggikan di salib. Tak mungkin, Yesus tiba-tiba ditinggikan di salib, tanpa harus memanggul salib, yang dipakai Allah Bapa, untuk meninggikan diriNya. 'Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa' (Yes 42: 6). Yesus adalah Sakramen keselamatan Allah. Memanggul salib adalah keharusan bagi Yesus untuk ditinggikan di salib, dan demikian juga bagi semua orang yang percaya dan mengikuti diriNya. Barangsiapa mau mengikuti Aku, harus berani memanggul salib, menyangkal diri dan mengikut Aku.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau memangul salib hanya demi keselamatan kami. Maria telah memberangkatkan Engkau. Semoga kami pun semakin menaruh hati kepadaMu dalam setiap langkah hidup kami sebagaimana dicontohkan Maria, dan siap memanggul salib seperti Engkau sendiri. Amin.

 

Contemplatio

'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku'. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita