Senin Pekan Paskah II, 20 April 2020

Kis 4: 23-41 + Mzm 2 + Yoh 3: 1-8

 

 

Lectio

Ada seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."  Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

 

Meditatio

Nikodemus  begitu percaya kepada Yesus. Sebab baginya, pekerjaaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus sungguh-sungguh membuktikan, bahwa Allah berserta Dia. Yesus hidup dalam Allah. Nikodemus sepertinya mempunyai iman yang mendalam. Namun begitu orang seperti dia tidak dipilihNya menjadi rasulNya.  Misteri perutusan.

Yesus malah membuka wacana baru baginya, bahwasannya setiap orang harus dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali adalah dibaptis. Sebab jikalau seseorang tidak dibaptis atau 'tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Dibaptis berarti dilahirkan kembali dalam Roh, 'dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh'.

Boleh dikata, ritual baptis atau pencurahan roh adalah awal dari seseorang yang menyatukan diri dalam RohNya yang kudus. Orang tidak ingin hanya dilahirkan dan hidup dalam daging saja, tetapi dia memperbaharui hidupnya dalam Roh Kudus. Baptisan dan pencurahan adalah titik pertobatan seseorang untuk mau dibimbing oleh Roh Kudus. Niat dan kemauan baik haruslah diteguhkan dan dikuatkan dalam kesatuan hati dan doa. Itulah makna upacara baptisan atau pencurahan Roh Kudus.

'Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh', tegas Yesus. Karena itu, seseorang yang mau dilahirkan Kembali dalam Roh, harus mau dan berani terus dibimbing oleh Roh Kudus yang diyakini dan diikutinya. Gerakan Roh dapat dinikmati oleh setiap orang, kalau dia mau mengikuti bimbinganNya, mau hidup dalam Roh. Pembaharuan Kharismatik kiranya dalam setiap pengajarannya, menekankan hidup dalam bimbingan Roh Kudus, dan bukannya usaha menikmati, bahkan mendapatkan pelbagai anugerah ilahi.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengerjakan segala sesuatu dengan indahnya, karena memang Engkau satu dengan Bapa dalam Roh Kudus. Semoga kami berani menikmati bimbinganMu dalam setiap Langkah hidup kami. Amin.

 

Contemplatio

Ketika 'apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh'. Maka amatg perlu setiap orang dilahirkan Kembali dalam Roh.

Kedua, 'barangsiapa tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Dilahirkan kembali dalam Roh adalah jaminan keselamatan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017