Hari Raya Pentakosta, 31 Mei 2020

Kis 2: 1-11 + 1Kor 12: 3-7 + Yoh 20: 19-23

 

 

Lectio

Pada waktu itu etika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

 

Meditatio  

'Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah'. Sebuah lukisan indah, yang diceritakan para Rasul, bagaimana banyaknya orang mengerti dan memahani karya pewartaan mereka. Mereka bukanlah orang-orang yang tinggal di suatu wilayah; mereka adalah migrant Israel yang tersebar di aneka wilayah-wilkayah Timur Tengah. Para Rasul berkata-kata tentang Yesus Kristus yang telah bangkit dari alam maut dan membebaskan semua orang dari kematian kekal.

Para Rasul bangga, bahwasannya banyak orang mengerti dan mengimani pewartaan kasih Allah. Namun para Rasul juga ingat, bahwa semuanya itu hanyalah karena karya Roh Kudus, Roh Kristus sendiri yang menyertai diri mereka. Peristiwa Yesus mengembusi mereka dan berkata: 'terimalah Roh Kudus', mereka rasakan secara nyata. Mereka benar-benar sadar, bahwa diri mereka adalah orang-orang yang dipercayai dan diutus oleh Yesus, sang Guru. 'Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu'. Yesus mengutus para muridNya dalam kuasa Roh Kudus. Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku, tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.

Apakah kita orang-orang yang dikuasai Roh kudus?

Inilah tanda-tanda orang yang hidup dalam Roh: pertama, ambil bagian dalam karya perutusan Kristus bagi Gereja dan dunia. Bukankah Yesus sendiri telah mengutus kita? Orang-orang yang hidup dalam Roh adalah orang-orang yang terbuka bagi sesamanya dan terhadap dunia. Kedua, ada aneka pelayanan kasih, ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan (1Kor 12: 4-5). Ada kesadaran, bahwa kita hidup bersama orang lain, mengakui ada perbedaan satu dengan lain dan di luar sana ada yang lebih baik daripadaku. Satu tubuh, saling menghargai dan saling membutuhkan. Kita hidup dalam semangat solidaritas, kasih terhadap sesama. Ketiga, selalu membawa damai sejahtera dan berjiwa pengampun, sebagaimana dikehendaki Yesus sendiri. Perayaan Pentakosta mengingatkan, bahwa kita telah diutus olehNya dalam kesatuan Roh Kudus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengutus kami mewartakan sabdaMu dalam pendampingan RohMu yang kudus. Semoga kami selalu merasakan bimbinganNya, sehingga mampu menjadi berkah bagi banyak orang. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'terimalah Roh Kudus'. Yesus menghembusi kita dengan Roh hidupNya sendiri.

Kedua, 'sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu'. Yesus mengutus para muridNya dalam kuasa Roh Kudus.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017