Minggu IV Pekan Paskah, 3 Mei 2020

Kis 2: 36-41 + 1Pet 2: 20-25 + Yoh 10: 1-10

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 

Meditatio

'Akulah pintu', tegas Yesus, yang membandingkan diriNya dengan sebuah pintu. Tentunya kita pernah lihat dan memang pintu. Apa gunanya pintu pasti kita mengerti. 'Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Ternyata Yesus tidak sekedar pintu sebagaimana pada umumnya. Yesus adalah Pintu yang menghantar kepada kehidupan yang penuh sukacita. Yesus adalah Pintu penuh makna. Dia mengarahkan kawanan domba menuju pada rumput yang hijau, dan bukannya padang gurun yang sunyi senyap.

Yesus datang sebagai pintu yang penuh makna, karena 'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

Namun pintu yang bagaimanakah Yesus itu?  Dari pengalaman banyak orang sepertinya Yesus adalah Pintu yang sesak, sebab memang 'sesaklah pintu … yang menuju kepada kehidupan' (Mat 7). Sebab melalui pintu yang penuh makna itu, banyak orang tetap diminta untuk berani berusaha. Orang tidak bisa berlari. Orang harus berani antri.

Pada hari Minggu Panggilan ini kirta juga diingatkan dan dipanggil menjadi pintu yang bermakna seperti Yesus. Kehadiran kita harus mampu membuat sesama menemukan padang rumput, sebagaimana Yesus. Kalau pun banyak orang telah menikmati kebaikan kita, tetapi bagaikan orang yang masuk keluar rumah tetapi tidak pernah menutup pintu dengan baik, anggaplah 'itu adalah kasih karunia Allah' (1Pet 2, 20). Semuanya itu hendaknya tidak melonggarkan diri, kendati kecaman sebagai pintu yang sesak akan terlontar, dan kita dengar.

Hari ini juga tentunya mengingatkan kita agar mempunyai keterbukaan dan kesiapsiagaan hidup, karena melewati Pintu, sang Kristus Tuhan. Bukankah setiap orang yang keluar melalui pintu harus siap sedia berada di luar rumah, dan juga sebaliknya bila masuk rumah melalui pintu? Orang yang masuk keluar melalui Pintu, orang yang mengandalkan Tuhan Yesus, selalu siap menghadapi aneka kenyataan.

 

Oratio

Yesus Kristus, di hari Minggu Panggiln, Engkau mengingatkan panggilan diri kami masing-masing. Engkau mengajak kami menjadi pintu yang bermakna bagi keluarga dan orang-orang yang di sekitar kami. Semoga kami setia menjadi pintu yang bermakna bagi sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Yesus adalah Pintu penuh makna.

Kedua, 'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Yesus memberi kehidupan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016