Rabu Pekan Paskah V, 13 Mei 2020

Kis 15: 1-6 + Mzm 122 + Yoh 15: 1-8

 

 

Lectio

Suatu kali bersabdalah Yesus: 'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'.

 

Meditatio

'Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya', tegas Yesus kepada semua orang yang mendengarkanNya. Kenapa anggur? Karena memang anggur menjadi buah kebanggaan di tanah Palestina. 'Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu'. Pokok anggur dan ranting-rantingnya adalah satu kesatuan.  'Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku'. Tinggal bersama Yesus adalah kewajiban bagi setiap orang untuk menikmati hidup yang melimpah. Hidup sebagaimana adanya haruslah selalu berkomunikasi dengan Tuhan sendiri. Komunikasi inilah bagaikan pokok anggur dan ranting-rantingnya. Hanya dalam Tuhanlah kita dapat menikmati hidup ini dengan indahnya, 'sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa'.

'Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku', tegas Yesus. Berbuah banyak berarti setiap orang kristiani harus mampu berbagi dalam kasih. Bukankah Yesus sendiri meminta: 'kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'. Seseorang yang mengasihi berarti dia bagaikan ranting yang berbuah. Sebagamana pokok anggur telah memberi hidup bagi ranting-ranting agar berbuah, demikian setiap orang harus berani mengasihi, karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita umatNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkaulah Pokok Anggur yang benar. Engkau melimpahi kami berkatMu. Semoga kami, sebagai ranting-rantingMU menghasilkan banyak buah, berbagi kasih terhadap orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku'. Tinggal bersama Yesus adalah kewajiban bagi setiap orang untuk menikmati hidup yang melimpah.

Kedua, 'inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku'. Hendaknya kita saling mengasihi sebagaimana Bapa telah mengasihi kita.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017