Rabu Pekan Paskah VII, 27 Mei 2020

Kis 20: 28-38 + Mzm 68 + Yoh 17: 11-19

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus menengadah ke langit dan berkata: 'Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'. Umat yang sehati sejiwa itulah yang dikehendaki Yesus sendiri. Kesatuan jiwa memang dapat menyelesaikan aneka persoalan hidup, baik hidup bersama ataupun pribadi. Masing-masing pribadi adalah bagian dari masyarakat. Kesatuan ini memang amat dimungkinkan oleh Allah, yakni kalau mereka percaya dan mengandalkan Allah. Masyarakat yang majemuk dapat selalu bersatu padu, sehati sejiwa, bila memang bersandar pada Allah. Peliharalah mereka dalam namaMu, hendak menegaskan bahwa Allah mendahului dan memanggil setiap orang menikmati belaskasihNya itu. Peliharalah mereka dalam namaMu, karena 'mereka bukan dari dunia'; lagi pula, agar mereka terlindungi dari yang jahat. Allah tidak menghendaki seorang pun umatNya binasa.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran'. Sebab sabda Tuhanlah yang menghidupkan, dan segala sesuatu tercipta dalam sabdaNya. Sabda adalah kehendak Allah sendiri. PadaNyalah kebenaran dan hidup. Dialah kebenaran tertinggi. Pengudusan oleh Allah berarti mengajak dan memasukkan para murid dalam kasih Allah. Hidup dalam kehendak Allah.

'Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia', tegas Yesus. Segala yang diterima para murid dimaksudkan agar dibagikan kepada semua orang. Berbekal pemberian Allah, para murid diutus untuk berbagi kehidupan. Hal senada disampaikan Paulus kepada teman-temannya, agar mereka semua menjaga kawanan yang telah dipercayakan kepada mereka. Tanpa membebani kawanan yang dipercayakan, mereka harus tetap berjaga dan menjaga. Paulus menegaskan bahwa keberjagaan diri, tidak membuat dia lupa untuk bekerja guna memenuhi keperluan diri dan kawan-kawannya (Kis 20). Sungguh lebih membahagiakan memberi daripada menerima. Itulah semangat orang-orang yang tahu berterima kasih dan bertanggungjawab.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menguduskan kami dengan sabda dan kehendakMu. Engkau juga melindungi kami. Semoga semuanya itu kami nikmati dengan penuh syukur dan mendorong kami untuk selalu berani berbagi kepada sesame. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'. Umat yang sehati sejiwa itulah yang dikehendaki Yesus sendiri.

Kedua, 'kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran'. SabdaNya adalah kebenaran dan kehidupan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017