Sabtu Pekan Paskah IV, 9 Mei 2020

Kis 13: 44-52 + Mzm 98 + Yoh 14: 7-14

 

 

Lectio

Suatu kali bersabdalah Yesus: "jika kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya".

 

Meditatio

Pengenalan yang dimakan waktu membuat persahabatan akrab, bahkan akhirnya mampu merasa, bahwa sesamanya adalah bagian hidup. Pengenalan disempurnakan dalam perjalanan waktu. Kalau hari ini Yesus mengatakan: 'telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?', hendak mengingatkan, sekaligus menyesalkan murid yang satu ini, dan tentunya murid-murid lainnya, mengapa pengenalan mereka pudar dan tidak menyentuh benak hati mereka. Vanitas vanitatum, omnia vanitas, sic transit gloria mundi. Segala-galanya sepertinya sia-sia, padahal tidaklah begitu dalam kenyataannya. 'Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?'. Kepercayaan memang membuat segala-galanya indah adanya. Percaya akan sabdaNya, membuat setiap orang mampu melihat sesuatu yang indah, bahkan melihat kehadiran sang Empunya kehidupan itu sendiri. Perjumpaan dengan Yesus seharusnya membuat setiap orang hidup baru. Bila perjumpaan Yesus Tuhan tidak membuat hidup baru, percumalah percaya, mencari dan beragama yang merunduk kepadaNya.

'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu', tambah Yesus. Kepercayaan bukan saja membuat setiap orang menikmati sesuatu yang indah, malah mampu menjadi pelaku-pelaku Allah sendiri. Jika engkau mempunyai iman sebesar sesawi, engkau dapat memindahkan gunung ini ke dalam laut.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita semakin percaya, karena sering mendengarkan sabdaNya dan merayakan aneka sakramennya yang kudus? Jangan sampai ucapan Paulus dan Barnabas: 'memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain', dilontarkan kepada kita orang-orang yang percaya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami sering mendengarkan sabdaMu. Engkau menyapa dan menyapa kami. Ajarilah kami memberikan hati kepada sapaanMu yang menyelamatkan, sehingga kami benar-benar merasakan maknanya mengenal Engkau. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?'. Kepercayaan memang membuat segala-galanya indah adanya.

Kedua, 'sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu'. Jadilah pelaku-pelaku Allah.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017