Hari Raya Kelahiran SantoYohanes Pembaptis, 24 Juni 2020

Yes 49: 1-6 + Kis 13: 22-26 + Luk 1: 57-66.80

 

 

Lectio

Pada saat itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

 

Meditatio

Kelahiran Yohanes membuat geger keluarga dan orang-orang yang ada di kampung itu. Mengapa?  Sebab 'tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian', kata para tetangga kepada Elizabet yang hendak menamai bayi itu Yohanes. Mereka langsung tegas melawan sang ibu yang melawan arus tradisi masyarakat. Sebaliknya mereka malah menjadi takut dan gentar, pada saat terbuka mulut Zakharia dan terlepaslah lidahnya, lalu berkata-kata dan memuji Allah, sesaat menuliskan nama Yohanes untuk sang bayi kecil itu. Bagaimna semuanya ini terjadi?

          Menjadi apakah anak ini nanti, sebab tangan Tuhan menyertai dia, yang makin bertambah besar dan makin kuat rohnya? Itulah yang menjadi permenugan banyak orang. Yohanes yang masih bayi memang tidak mampu berkata-kata, tetapi sebagaimana dinubuatkan para nabi, dia telah tahu apa yang dipercayakan kepadanya. 'TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.Ia berfirman kepadaku: engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku' (Yes 49). Inilah tugas yang telah dipercayakan Allah kepada Yohanes.

          Zakharia sendiri tahu akan tugas perutusan yang diberikan Tuhan kepada anaknya itu. Dia bertahan dengan nama Yohanes, karena memang sang bayi kecil adalah pemberian dan anugerah Tuhan sendiri. Yohanes anakku, 'engkau akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera' (Luk 1).

Mengenangkan kelahiran Yohanes Pembaptis mengingatkan kita pertama, akan maksud Allah yang mempersiapkan segala sesuatu, dan bukannya secara tiba-tiba. Allah mempunyai program hidup. Kedua, setiap orang mempunyai tugas perutusan yang berbeda satu dengan lainnya. Allah sendiri menhendaki, dan mengharapakan kita mentaatinya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mempersiapkan kehadiranMu dengan mengutus Yohanes Pembaptis. Dia berani membuka jalan, sebagaimana Engkau kehendaki. Semoga kami juga menghayati panggilan hidup sebagaimana yang Engkau percayakan kepada kami.

Santo Yohanes Pembaptis, doakanlah kami.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian'. Cara hidup tidaklah ikut-ikutan.

Kedua, 'TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku'. Setiap orang harus teguh pada panggilan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016