Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 2020

Kis 12: 1-11 + 2Tim 4: 6-11 + Mat 16: 13-19

 

 

Lectio

Suatu hari di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

Meditatio

Dalam gelanggang sepakbola, ada penjaga gawang ada penyerang. Dalam pemerintahan, ada yang tinggal di pusat, ada yang berkeliling. Pada peringatan santo Petrus dan Paulus, seluruh umat Allah diingatkan, bahwa Petruslah sang pemimpin pertama dalam sejarah Gereja. 'Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'. Di bawah kepemimpinan dialah, Gereja didirikan oleh Yesus Kristus, dan bukan murid yang lain. Berdasarkan iman para Rasul, yang dikomandani Petrus, Gereja yang menyejarah terus berkembang dan berkembang.

Namun tanpa pewartaan, GerejaNya yang kudus tentunya akan mandek dan statis. Pauluslah kira-kira Rasul pertama, yang menyatakan bahwa Gereja juga harus diwartakan kepada bangsa-bangsa bukan Jahudi. Dia berani ke luar daerah untuk mewartakan, bahwa Kristus itu Tuhan. Dia berjuang dan berjuang tiada henti dan tidak takut kepada siapapun dalam pewartaanya. 'Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya' (2Tim 4). Inilah keyakinan seorang Paulus. Dia telah mewartakan dan mewartakan, dan semua orang diharapkan ambil bagian di dalamnya, sembari menantikan kedatangNya.

Kepada dua tokoh besar inilah Gereja harus berani belajar. Sebab keberadaan Gereja sebagai sakramen harus selalu ditampakkan. Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolis adalah kodratnya yang tunggal tak terpisahkan. Dalam keberadaannya sehari-hari kedua tokoh besar adalah patrun utama. Gereja tidak boleh mengutamakan salah satu kodratnya dan mengabaikan lainnya, sebab akan memudarkan panggilannya sebagai sakramen keselamatan bagi dunia.

.

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mnejadikan GerejaMu sebagai sakramen keselamatan bagi dunia. Semoga GerejaMu semakin berani meneladan santo Petrus dan Paulus dalam menampakkan keberadaannya yang satu, kudus, katolik dan apostolik.

Santo Petrus dan Paulus, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'.  Gereja didirikan oleh Yesus Kristus.

Kedua, 'sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya'. Inilah keyakinan kita bersama.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016