Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 14 Juni 2020

Ul 8: 2-3 + 1Kor 10: 16-17 + Yoh 6: 51-58

 

 

Lectio

Dalam suatu kesempatan bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

 

Meditatio

Dalam perayaan Ekaristi Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, kita semua, dan berkata: 'ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku'. Lalu Yesus mengambil cawan, mengucap syukur lalu berkata: 'minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa'. Yesus memberikan tubuh dan darahNya dalam rupa roti dan anggur. Dalam peristiwa salib, Dia memberikan hidupNya, menyerahkan nyawa yakni tubuh dan darahNya sebagai kurban hidup.

Perayaan Ekaristi mengingatkan dan mengajak semua orang menikmati anugerah terindah itu. Yesus memberikan apa yag menjadi kebutuhan umatNya. 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia', tegas Yesus. Penegasan Yesus hanya ingin menyatakan bahwa diriNya adalah kebutuhan wajib bagi setiap orang yang ingin menikmati hidup ini dengan penuh sukacita dan sekaligus diriNya menjadi jaminan keselamatan kelak di akhir jaman. Sebagaimana manusia hidup amat bergantung pada makanan, demikianlah kita hidup bergantung dan berpaut pada Tuhan. Menikmati makanan yang diberikan Tuhan berarti menikmati Tuhan Allah sendiri. 'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'.

Perayaan Ekaristi selain menyatukan diri kita dengan Tuhan, juga menyatukan kita dengan sesame. Itulah yang disadari sungguh oleh Paulus.  'Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu' (1Kor 10). Komuni kudus memang menyatukan kita dengan Yesus Kristus sendiri sang kehidupan, dan menyatukan hati kita sebagai orang-orang yang mengasihiNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau memberikan tubuh dan darahMu, memberikan hidupMu, hanya supaya kami beroleh selamat. Semoga kami dengan setia menikmati pemberianMu yang berharga itu, sehingga pada akhirnya kami beroleh selamat, dan sekarang inipun beroleh kasih dan perlindunganMu.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Yesus adalah santapan jiwa.

Kedua, 'daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'. Yesus adalah jaminan keselamatan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017