Jumat Pekan Biasa IX, 5 Juni 2020

2Tim 3: 10-17 + Mzm 119 + Mrk 12: 35-37

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

 

Meditatio

'Daud sendiri menyebut Dia, Mesias, Tuannya', karena memang Mesias adalah sang Penyelamat. Dialah Penyelamat umat manusia. Layaklah kalau Daud merundukkan diri di hadapanNya. 'Mesias adalah anak Daud', karena Dia terlahir dalam silsilah keturunan Daud. Mesias secara sengaja menjadi manusia dan mengikatkan diri dalam ruang dan waktu. Dia mau merunut dalam keturunan Daud.

Demikian pula yang dikatakan Paulus hari ini: 'setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya' (2Tim 3: 12). Bukankah Yesus itu Tuhan? Masihkah harus bersengsara? Barangsiapa mau mengikuti Aku, harus berani memanggul salib dan menyangkal diri, tegas Yesus. Inilah realitas hidup, yang perlu menjadi permenungan bersama. Vivere militare. Mengikuti Yesus membuat kita mampu berjuang seperti Dia yang berani memanggul salib, dan pada akhirnya menikmati surgawi

 

Oratio

Yesus Kristus, dalam kehidupan sehari-hari, kami Engkau ajak untuk berani berkontemplasi. Mengunyah segala problema kehidupan ini, dan merenungkannya. Semoga terang Roh KudusMu menyertai kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya'. Hidup adalah berjuang.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016