Jumat Pekan Biasa X, 12 Juni 2020

1Raj 19: 11-16 + Mzm 27 + Mat 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'.

 

Meditatio

Tindakan sesesorang biasanya didahului gambaran dalam benak seseorang, kemudian disusul adanya kemauan. Sebuah dosa besar seringkali muncul dari adanya dosa-dosa kecil, yang dengan bertambahnya hari semakin bila dibiarkan menggumpalah dia. Karena itu, 'jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Perzinahan terjadi, karena ada gambaran yang mengalir kepada kemauan. Perzinahan tidak akan terjadi, bila pandangan penuh nafsu terhadap perempuan sudah diberhentikan terlebih dahulu.

Karena itu, 'jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah, ataupun jika tanganmu yang kanan menyesatkan, penggallah, dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka'. Yesus bukannya menginginkan dan mengijinkan mutilasi diri. Yesus berbahasa keras, hanya ingin kita tidak membiarkan anggota tubuh kita ini berdosa sekecil apapun. Api kecil, bila tidak dipadamkan, akan membakar seluruh hutan belantara. Keselamatan hidup kiranya amat penting dan menjadi perhatian utama.

'Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya'. Ini aturan yang dibuat Musa, yang semenjak awal tidaklah demikian sebenarnya. Pernah Yesus menegaskan: karena kedegilan hatimulah, maka Musa akhirnya mengijinkan seseorang menceraikan isterinya. Karena itu, 'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah'. Kalau istri berzinah, suami boleh menceraikannya. Dengan menceraikan, suami membuat istrinya dalam kondisi zinah. Tegahkan seorang suaminya membuat isterinya sendiri dalam posisi zinah? Penyataan Yesus mengandaikan tidak ada perceraian. Bagaimana kalau suami berzinah? Inilah kenakalan dunia patriakal.

'Siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. dalam dunia Yahudi pada saat itu, tidak akan terjadi semuanya ini. Tidak ada perceraian. Perceraian membuat laki-laki dan perempuan zinah.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyatukan suami istri dalam sakramen kudus. Engkau ingin menunjukkan betapa berharganya kesetiaan itu. Semoga Engkau selalu meneguhkan keluarga-keluarga kami, khususnya keluarga muda, agar suami istri kedapatan setia sampai akhir hidup mereka. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Perzinahan sudah diawali dalam hati.

Kedua, 'siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Perzinahan membuang laki-laki dan perempuan dari masyarakat.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017