Jumat Pekan Biasa XII, 26 Juni 2020

2Raj 25: 1-12 + Mzm 137 + Mat 8: 1-4

 

 

Lectio

Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

 

Meditatio

Apakah kalau kita menolong seseorang, kita mempunyai hak kuasa atas orang itu? Apakah kalau kita memberi seseorang, kita berhak mengikat dia?

Yesus amat tertarik dengan permohonan seseorang yang sakit kusta. 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'. Sebuah permohonan yang amat rendah hati. Seseorang memang boleh meminta dan meminta, tetapi tidaklah boleh memaksa orang untuk memberinya. Itu prinsip yang disadari orang kusta itu.

'Aku mau, jadilah engkau tahir', sahut Yesus. Orang yang membutuhkan perlu ditolong. Itulah yang dikerjakan Yesus. Dia penuh belaskasih; dan Dia mampu membuat segalanya baik adanya.

'Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus tidak meminta orang itu mengikutiNya. Bukankah Yesus menghendaki semua orang selamat? Yesus tidak meminta dia mewartakan kebaikan Tuhan. Yesus hanya meminta orang itu, agar memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi, sebagaimana tersurat dalam aturan hidup bersama pada waktu itu. Berikanlah kepada kaisar yang wajib diberikan kepada kaisar, dan kepada Allah yang wajib diberikan kepada Allah. Yesus tetap memberi kebebasan hati dan akal budi kepada orang tersebut. Apakah memang hanya kesebuhan yang dimintanya? Keselamatan memang adalah sebuah pilihan, bukan paksaan.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyembuhkan orang kusta, karena memang dengan penuh kerendahan hati dia memintanya. Semoga kami pun mencontoh dia dalam berdoa. Semoga kami pun berani bermurah hati dalam dalam memberi dan menolong sesama kami, tanpa mengikatnya. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Yesus juga mendengarkan doa kita.

Kedua, 'ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus tidak mengikat umatNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016