Kamis Pekan Biasa IX, 4 Juni 2020

2Tim 2: 8-15 + Mzm 25 + Mrk 12: 28-34

 

 

Lectio

Pada waktu itu seorang ahli Taurat, datang kepada Yesus dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

 

Meditatio

Cinta kasih kepada Tuhan dan terhadap sesame adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cinta inilah yang juga hendaknya mendasari semua perilaku dan tindakan setiap orang.

Satu kesatuan, karena memang sungguh kepalsuan dan kemunafikan, bila seseorang hanya mengasihi Tuhan, tetapi tidak mau menaruh perhatian terhadap sesamanya; demikian juga adanya perhatian terhadap sesame, tetapi tidak ada relasi pribadi dengan Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan.

'Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini'. Penyataan ini menegaskan, bahwa aneka peraturan hendaknya tidak mengabaikan hak-hak dasar relasi manusia dan menjauhkan seseorang dari Tuhannya. Pada saat itu, hukum cinta kasih sudah mengatasi semua korban bakaran dan korban sembelihan, yang dibangga-banggakan dalam tradisi Israel; apalagi kalau hanya aneka kewajiban agama privat: puasa, sedekah dan doa.

Keluarga adalah wadah pertama dan utama dalam belajar berbagi kasih terhadap sesame dan mengenal Tuhan. Dari dalam keluarga seseorang mulai mengenal kehidupan, dan keluargalah sekolah pertama seseorang membina dan mendewasakan dirinya. Kasih Allah dikonkritkan oleh kedua orangtua terhadap anak-anak mereka. Kedua orangtua adalah gambar wajah Allah yang hidup. Kedua orangtua harus menyatakannya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajar kami hukum cinta kasih. Engkau meminta agar kami melandasi segala karya pelayanan kami dalam hukum cinta kasih. Semoga kami mampu menjadi saluran berkat bagi sesame kami, wujud konkrit amalan hukum cinta kasih. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu'. Dalam nama Bapa dan Putera.

Kedua, 'kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Dan dalam nama Roh Kudus, amin.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016