Kamis Pekan Biasa XI

18 Juni 2020

Sir 48: 1-14 + Mzm 97 + Mat 6: 7-15

 

 

Lectio

Dalam suatu kesempatan bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'jika kamu berdoa, janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'.

 

Meditatio

Apakah orang yang tidak mengenal Tuhan juga berdoa, sebagaimana kita lansir dari penyataan Yesus tadi: janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah? Tidak ubahnya, tidak tahu rumah siapa hendak dituju, sopir berputar ke sana ke mari hendak mengantar barang, demikian orang yang berdoa dengan bertele-tele.

Yesus memberikan doa Bapa kami. Satu yang diajarkan Yesus adalah: 'berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'. Mengapa Yesus mengajak untuk berani meminta makanan? Bukankah kita tidak boleh kuatir seperti burung-burung di udara, yang tak menanam dan menabur? Bukankah manusia tidak hidup hanya dari makanan? Bukankah Paulus juga mengingatkan barangsiapa tidak bekerja janganlah makan? Dalam tradisi Katolik, malahan bukan hanya minta makanan, melainkan rejeki; dan bukannya secukupnya, melainkan cukuplah hari ini.

Dengan bekerja orang akan akan mendapatkan nafkah. Nafkah yang menjadi bekal bagi setiap orang untuk mendapatkan aneka kebutuhannya, yang bukan hanya makanan. Namun sebagai orang beriman, semua orang diingatkan akan belaskasih Tuhan yang diberikan umatNya melalui aneka cara, seperti segala kemampuan diri, hasil pekerjaan, relasi dengan sesame. Semuanya itu adalah pemberian, rahmat, berkat dan rejeki dari Tuhan.  Rejeki semakin melimpah, kalau kita memang berani terus-menerus meminta dan meminta daripadaNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajari kami agar berani meminta dan meminta rejeki dari Bapa di surge. Engkau mengajari kami berdoa, karena Engkau sering mendengarkan doa kami yang berputar-putar kesana kemari, yang kami sendiri tidak mengertinya. Semoga kami pun dengan jujur meminta dan meminta segala yang menjadi kebutuhan kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'bila berdoa, janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah'. Bukankah Allah adalah Bapa kita?

Kedua, 'berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'. Dia Bapa yang murah hati.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017