Kamis Pekan Biasa XII, 25 Juni 2020

2Raj 24: 1-6 + Mzm 79 + Mat 7: 21-29

 

 

Lectio

Pada saat itu bersabdalah Yesus: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'. Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

 

 

Meditatio

Sabda dan kehendak Tuhan haruslah diutamakan oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Bagaimana mungkin seseorang percaya kepada Tuhan, tetapi mengabaikan kehendakNya? Mentaati perintah orang tua adalah bukti nyata cinta dan hormat seorang anak kepada orangtua.

Apalah arti doa dan pujian kepada Tuhan, kalau tidak melakukan kehendak Tuhan? 'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Doa dan pujiannya sebatas bibir saja.

Memang tidak dapat disangkal, kasih Tuhan bagaikan hujan yang turun bagi orang baik dan jahat, demikian juga pelbagai anugerahNya. Ada orang-orang yang mampu bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi namaNya, tetapi mereka tidak melakukan kehendak Tuhan. Mereka berbuat baik serentak berbuat kejahatan; perintah dan kehendak Tuhan mereka abaikan. Mereka adalah orang-orang beruntung, karena mendapatkan pelbagai anugerahNya. Namun bisa-bisa saja mereka mengalami seperti orang-orang Yerusalem di saat pemerintahan Yoyakhin (2Raj 24). Mereka ditimpa derita, dan menjadi orang-orang buangan di Babel.

Yesus pun mengingatkan, bahwa melakukan kehendak Tuhan, bukanlah semata-mata agar seseorang mendapatkan keselamatan abadi, tetapi hidup sekarang ini beroleh rahmat dan kasihNya, karunia dan pendampinganNya untuk selalu siap menghadapi aneka persoalan kehidupan. Sebab 'setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu', tegas Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyampaikan sabda keselamatan bagi seluruh umatMu. Engkau menghendaki aagar kami semua selamat. Semoga kami dengan setia mengamini sabda dan kehendakMu, baik dalam kata-kata atau pun perbuatan kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'. SabdaNya bekal keselamatan.

Kedua, 'setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu'. SabdaNya bekal kehidupan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016