Rabu Pekan Biasa XI, 17 Juni 2020

2Raj 1: 6-14 + Mzm 31 + Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Dalam suatu kesempatan bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti lltikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

Meditatio

Untuk apa kita berdoa, berpuasa dan memberi sedekah? Kalaupun hanya sebatas kewajiban agama, sedikit banyak sudah menandakan diri sebagai orang beragama. Namun apakah kita hanya ingin mempunyai identitas diri? 'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga', tegas Yesus kepada para muridNya. Kalau memang hanya untuk mendapatkan identitas, cukuplah melakukan ketiga kewajiban agama.

'Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Jika berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu. Jika berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu', tegas Yesus. Apa yang kita cari dengan memberi sedekah, berdoa dan berpuasa? Yang ditegaskan Yesus adalah cara dan sikap pengudusan diri. Cara dan sikap inilah yang mendatangkan rahmat dan berkat, karena memang berkenan kepadaNya.

Memilih mengandaikan kita meninggalkan yang lain, yang tidak kita pilih. Mendapatkan upah Bapa di surga berati meninggalkan keinginan mendapatkan pujian dari orang-orang sekitar. Malah, kalau sempat kita mengajak mereka, orang lain, ikut memuji Bapa di surge. Peristiwa Elisa yang tidak mau meninggalkan Elia adalah contoh sebuah pilihan (2Raj 2).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami dalam melakukan segala kegiatan agama. Apa yang kami cari. Semoga kami selalu setia akan pengajaranMu dan  mendapatkan rahmat dan berkat daripadaMu sendiri. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Carilah terlebih dahulu Kerajaan Surga.

Kedua, 'jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Jika berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu. Jika berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu'. Apa yang kita cari?







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017