Rabu Pekan Biasa XIII, 1 Juli 2020

Am 5: 21-24 + Mzm 50 + Mat 8: 28-34

 

 

Lectio

Suatu hari Ketika berada di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

 

Meditatio

Yesus berkuasa atas segala-galanya. Dialah yang menentukan ya atau tidak. Itulah yang kita lihat dalam peristiwa pengusiran kuasa kegelapan masuk kepada kawanan ternak babi.

Ada hal lain yang perlu kita renungkan dalam perikop hari ini, yakni kekayaan atau harta benda seringkali lebih dirasa penting daripada kesehatan, keamanan, keindahan dan keselamatan. Lebih baik mendapat dan mempunyai harta benda daripada kesehatan, keamanan dan keselamatan. Hal inilah yang dialami oleh orang-orang Gadara. Berlarilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Orang-orang Gadara bukannya berterima kasih kepada Yesus, karena telah membebaskan mereka dari gangguan kedua orang yang kerasukan setan. Mereka tidak mau tahu akan kesehatan dan keselamatan sesama. Mereka malahan mengusir Yesus. Mereka mengusirNya, karena telah kehilangan kawanan ternak yang mereka miliki. Mereka tidak mau kehilangan harta benda yang lebih besar lagi. Orang-orang Gadara adalah orang-orang yang egois.

Tindakan orang-orang Gadara, memang tidak termasuk langsung dari nubuat Amos: 'carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup', tetapi minimal tindakan mereka berlawanan dengan keadilan, yakni membiarkan sesamanya menderita, dan sebaliknya mencari kepuasan dan kenyamanan diri. Mereka bertentangan dengan nubuat Amos juga, yang menegaskan: 'biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir'.

 

0ratio

Yesus Kristus, kami ini amat berjiwa materi. Kami beranggapan hanya kekayaan yang membuat kami bahagia dan hidup nyaman. Ingatkan kami selalu, agar kami mengutamakan Engkau, berani menjaga kesehatan jiwa raga, dan  memperhatikan juga keselamatan sesame. Amin.

 

Contemplatio

'Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami'. Seharusnya kita harus lebih sadar dari mereka.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016