Sabtu Pekan Biasa IX, 6 Juni 2020

2Tim 4: 1-8 + Mzm 71 + Mrk 12: 38-44

 

 

Lectio

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

Meditatio

Kedua perikop ini bersinggungan langsung dengan hidup perempuan janda. Pada saat itu, Yesus mengingatkan, bahwa hidup mereka, kaum janda, sering menjadi sasaran kejahatan dan kemunafikan para ahli Taurat. Harta benda mereka dirampas, rumah-rumah mereka dicaplok, bukan dengan paksaan, melainkan dengan kelembutan buaian rohani ahli-ahi Taurat. Sebab memang para ahli Taurat dengan kepandaian dan 'dengan doa yang panjang-panjang, mengelabui mata orang', tegas Yesus. Kemandirian mereka, para janda, roboh karena tipu daya. Apa mereka itu orang-orang lemah?

Ada pula seorang janda miskin yang dipuji-puji Yesus. Entah karena 'lebih berbahagia memberi dari pada menerima' (Kis 20: 35), atau merasa masih ada orang lain yang lebih miskin daripada dirinya, atau karena kewajiban agama dan sikap solidaritasnya, dia memasukan sedikit uang dalam kotak persembahan. Dia dipuji Yesus, karena dia berani memberi dari kekurangnya. Menurut Yesus, malah perempuan satu itu memberi lebih banyak daripada semua orang.

Janda adalah sebuah status sosial, yang sepertinya perlu mendapatkan perhatian khusus. Namun hati budi, jiwa dan roh seseorang tidak bisa tercatat secara lurus dalam status sosialnya, terlebih-lebih dia yang mempunyai kehidupan rohani yang tinggi. Pembedaan roh akan membuka peluang seorang janda mempunyai wawasan hidup dalam berjuang. Tentunya kita ingat santa Monika. Hal inilah yang sepertinya hendak dikatakan Yesus dalam dua perikop yang amat fenomental ini.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau membiarkan setiap orang dalam keberadaannya masing-masing di dunia ini. Engkau pun memang tidak berkeinginan menarik atau pun mereka, yang kami anggap lemah, dari dunia, tetapi Engkau malah tetap melindungi mereka. Semoga kami menikmati perlindunganMu dengan penuh syukur. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'. Janganlah itu dikatakanNya kepada kita.

Kedua, 'lebih berbahagia memberi dari pada menerima'.  Spiritualitas hidup dalam kasih.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016