Sabtu Pekan Biasa X, 13 Juni 2020

1Raj 19: 19-21 + Mzm 16 + Mat 5: 33-37

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat'.

 

Meditatio

Lidah tak bertulang. Inilah ucapan yang disampaikan, bila ada seseorang yang tidak selalu menepati janji, atau perbuatan tidak sesuai dengan kata-katanya. Bisa juga malahan orang itu dalam kondisi tong kosong nyaring bunyinya. 'Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat', pinta Yesus kepada para muridNya, yang tentunya kepada kita semua. Yesus menyampaikan pesan itu, agar kita konsukuen dan bertanggungjawab dengan apa yang kita ucapkan. Bersumpah berarti berjanji dengan menjadikan sesuatu sebagai jaminan. Apalah kita menjadikan sesuatu sebagai jaminan? Demi Yerusalem, demi Tuhan? Apa kehebatan kita? Elisa tidaklah mengulur-ulur waktu untuk mengikuti Elia (1Raj 19). Apa yang dikatakannya, yakni meminta restu oratuanya, dilaksanakakan sungguh. Elisa pun sepertinya sadar betul akan posisi diri sebagai seorang anak dalam keluarga.

Jangankan bersumpah, bila kita dipanggil pun hendaknya berani menjawab; demikian pun bila diminta kita harus berani mempertanggungjawabkan. Semuanya ini menunjukkan kejujuran dan kesiapan diri dalam perhatian dan relasi terhadap sesame.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami agar kami bertanggungjawab terhadap segala perkataan yang kami ucapkan. Sebab kata-kata menunjukkan kepribadian diri kami dalam relasi terhadap sesama, terlebih dengan Engkau sendiri. Berkatilah dan kuduskanlah kami selalu. 

Santo Antonius Padua, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat'.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)