Sabtu Pekan Biasa XII, 27 Juni 2020

Rat 12: 10-18 + Mzm 74 + Mat 8: 5-17

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

 

Meditatio

Yesus selalu memperhatikan orang yang lemah dan berkekurangan. Itulah yang juga harus menjadi perhatian urtama dalam karya sosial. Option for the poor.

Hari ini Yesus diceritakan menyembuhkan banyak orang. Ada yang meminta daripadaNya, ada pula yang tidak meminta. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Mereka ini datang kepada Yesus, karena mendengar Yesus berada di rumah Petrus. Darimana mereka mengetahui keberadaanNya? Keberadaan Tuhan Allah selalu diketahui oleh orang-orang yang membutuhkanNya. Mereka datang ingin mendapatkan sesuatu yang indah, entah kesembuhan dari sakit atau pun dari aneka gangguan roh jahat.

Ibu mertua Petrus memerlukan kesembuhan, tetapi dia tidak meminta. Dia mendapatkan anugerahNya secara cuma-cuma.

Sang perwira, bukanlah orang miskin dan berkekurangan. Dia orang mapan dan berkecupan. Namun dialah orang beriman tangguh pada waktu itu, dan perlu mendapatkan perhatian. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel', tegas Yesus. Iman menarik hati Tuhan Yesus, dan bukanlah segala kebaikan dan jasa diri, seperti yang kita renungkan kemarin. Ketidak-mau-tahuan kepada Tuhan Allah malahan mengkondisikan diri seperti 'anak-anak Kerajaan yang akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.

Apakah orang beriman itu termasuk orang yang berkekurangan? Secara finansial, mungkin ada yang tidak. Namun dengan beriman seseorang menunjukkan keberundukan diri, ketidakmampuan diri dan ketidaksempurnaan diri. Dia sadar, bahwa dirinya fana. Pada akhirnya, dia mengandalkan Allah, karena hanya Allah yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya. Oran beriman adalah adalah dia yang miskin di hadapan Allah. Dia hanya ingin mengandalkan upah dari Allah, maka dia melakukan segala kemauan dan kehendak Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami ini mudah sekali meminta dan meminta kepadaMu, tetapi sayangnya kami kurang beriman kepadaMu. Seringkali kalau sudah tak berdaya, kami baru ingat akan Engkau. Kuatkanlah iman  dan harapan kami, agar selalu merasakan rahmat dan berkatMu yang menyelamatkan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel'. Teguhkan iman kami, ya Yesus.

Kedua, 'anak-anak Kerajaan ini akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'. Janganlah Engkau sampaikan kepada kami.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017