Selasa Pekan Biasa IX, 2 Juni 2020

2Pet 3: 12-18 + Mzm 90 + Mrk 12: 13-17

 

 

Lectio

Pada waktu itu disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia".

 

Meditatio

'Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?'. Inilah pertanyaan jebakan yang diberikan orang-orang Farisi dan kaum Herodian. Pertanyaan yang memasukkan Yesus dalam dunia politik, bukan untuk mengorbitkan, melainkan untuk menjerumuskan dan menghancurkan.

'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!', jawab Yesus setelah melihat gambar dan tulisan Kaisar pada sekeping uang. Apakah Yesus tidak jujur dengan jawaban itu? Jawaban Yesus malah memberi kepastian, bahwa setiap orang harus membayar pajak, karena memang itulah kewajiban yang harus diberikan kepada kaisar sebagai pimpinan masyarakat politis. Kalaupun kaisar adalah penjajah Israel, itulah realitas sosial.

Mereka pun diminta memberi kepada Allah, yang menjadi kewajiban mereka. Apa kewajiban mereka kepada Allah? Minimal doa, puasa dan sedekah, yang adalah kewajiban agama, yang memang mengidentifikasi diri sebagai penyembah-penyembah Allah.

Kedua kewajiban ini tentunya menjadi tanggungjawab kita juga, orang-orang Katolik. Malah sebagai orang-orang yang dikasihi Tuhan Yesus, Petrus menganjurkan: 'jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus' (2Pet 3). Kiranya semuanya itu perlu kita lakukan, bukan lagi kewajiban melainkan kebajikan umat beriman.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami akan panggilan dan tanggungjawab kami sebagai orang-orang yang percaya kepadaMu, yang tinggal di tengah-tengah masyarakat. Semangatilah kami untuk memberi contoh kepada sesame dalam menghayati panggilan iman dan tugas sosial di tengah-tengah masyarakat. Amin.

 

Contemplatio

'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016