Jumat Pekan Biasa XV, 17 Juli 2020

Yes 38: 1-6 + Mzm + Mat 12: 1-8

 

 

Lectio

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Bagi orang yang memahami manajemen, segala sesuatu ada aturan mainnya. Kedudukan managerial yang membedakan seseorang melakukan sesuatu dan yang lain tidak diperbolehkan.

Tidak boleh melakukan sesuatu yang dianggap pekerjaan di hari sabat berlaku untuk semua orang agama Yahudi; tetapi tidaklah demikian dengan mereka, para imam, yang memang secara istimewa harus melakukan pekerjaaan di hari Sabat. Mereka harus memimpin ibadat di rumah-rumah ibadat. Kedudukan sosial membedakan mereka, satu dengan lainnya.

Ada juga pelonggaran ataupun pengkhususan aturan, seperti kalua pun lampu lalu lintas merah, ambulans tetap diijinkan menerobos jalan, mengingat adanya pasien yang harus segera membutuhkan pertolongan. Demikian Daud ketika bersama pengikutinya lapar, masuk ke dalam rumah Allah dan makan roti sajian, yang sebenarnya dikhususnya untuk imam-imam.  Demkian juga dengan mereka ini, kata Yesus sembari menunjuk para muridNya, yang lagi lapar. 'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'. Bukankah mereka ini dalam keadaan lapar? Bukankah semuanya ini sebatas tatanan insani? 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Kalau tokh mereka melanggar aturan dan mengancam jiwa, pasti Yesus akan menegur dan melarang mereka.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami begitu mudah mengikat dan mengatur orang dengan pelbagai aturan. Semoga kami mampu memahami kebaradaan sesame, yang benar-benar terhambat  untuk melakukan sesuatu yang baik. Semoga kami semakin menyadari sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'. Belaskasihan mamanusiakan sesame.

Kedua, 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Yesus akan langsung menegur orang, bila menceburkan diri dalam dosa.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017