Jumat Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2020

Yer 3: 4-17 + Mzm + Mat 13: 18-23

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: 'dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

 

Meditatio

Sabda Tuhan di sampaikan kepada seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Sabda harus disampaikan, karena kehendak Tuhan Allah agar semua orang selamat, menikmati kembali taman Firdaus, yang telah lama ditinggalkan.

Ternyata ada aneka jenis tanah yang berbeda satu dengan lainnya. Ada yang tanah yang di pinggir jalan, ada tanah yang berbatu-batu, ada tanah yang semak berduri, ada pula tanah yang subur. Tuhan Allah bukannya asal tabur sabdaNya, tetapi sekali lagi kehendak Allah agar semua orang selamat, dan sekaligus hak setiap orang, yang diciptakan sesuai gambarNya, beroleh keselamatan daripadaNya. Karena keserupaan ilahi, tertanam dalam diri setiap orang menikmati keselamatan. Tidak ada seorang pun atau pun lembaga yang menghalang-halangi seseorang untuk beroleh keselamatan daripadaNya.

Kiranya setiap orang akhirnya berani bertanya saat kapan dirinya menjadi tanah yang subur bagi benih-benih yang ditaburkan Tuhan Allah? Kapan pula menjadi tanah yang berbatu-batu dan penuh dengan semak berduri? Atau tanah kita malah tidak pernah berubah dengan aneka teknik pengolahan dan pemupukan?

 

Oratio

Yesus Kristus, tanah kehidupan kami ini begitu terpengaruh cuaca. Tanah kami bahkan menolak bila pengolahan dan pemupukan hendak dilaksanakan. Semoga kami berani mendapatkan pengolahan hidup, agar kami selalu menjadi tanah yang subur, sebagaimana yang Engkau harapkan. Amin.

 

Contemplatio

'Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita