Kamis Pekan Biasa XVI, 23 Juli 2020

Yer 2: 1-4 + Mzm 36 + Mat 13: 10-17

 

 

Lectio

Pada hari itu datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".

 

Meditatio

Inilah jawaban Yesus kepada para muridNya, yang menanyakan mengapa Yesus selalu memakai perumpamaan dalam pengajaran. 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak'. Mengapa? Karena para murid adalah orang-orang yang menyandarkan diri kepada kehendak Tuhan. Mereka selalu mentaati perintah dan kehendakNya. Mereka adalah orang-orang miskin. Mereka adalah orang-orang yang mengamini kehendak Yesus: datanglah kepadaKu, dan belajarlah daripadaKu, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati. Kesetiaan kepada Yesus mendatangkan berkat dan rahmat, sehingga mereka berkelimpahan.

Perumpamaan pun disampaikan kepada banyak orang, guna menetralisir kedegilan hati, yang selama ini sepertinya malah menjadi kebanggaan diri. Yesus tak segan-segan menyataan, bahwa mereka itu 'sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup'. Yang sebenarnya, penyataan Yesus ini bukanlah hal baru, karena memang pernah dikatakan juga oleh nabi Yesaya.

Akhirnya para murid diajak untuk menikmati karunia indah itu. 'Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Dalam sakramenNya kita juga menikmati segala yang dinikmati para murid.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau melimpahkan aneka anugerahMu kepada orang-orang yang Engkau kehendaki. Engkau menyatakan diri kepada mereka, dan juga kepada kami, orang-orang yang Engkau kasihi. Semoga kami menikmati kehadiranMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

'Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Dalam sakramenNya kita juga menikmati segala yang dinikmati para murid.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita