Minggu Biasa XV, 12 Juli 2020

Yes 55: 10-11 + Rm 8: 18-23 + Mat 13: 1-9

 

 

Lectio

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

 

Meditatio

Yang berasal dari atas berbeda dengan yang berasal dari bawah. Yesus pun secara tegas menyatakan: 'kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini' (Yoh 8). Yesus berbeda dengan kita, dan kita berbeda dengan Tuhan Yesus.  SabdaNya menghidupkan dan menyelamatkan, tetapi tidaklah demikian dengan kata-kata kita. 'Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya' (Yes 55). Inilah kata-kata Tuhan Allah, dan demikianlah kata-kata Tuhan Yesus.

Kita manusia 'berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi' (Yoh 3), bahkan kita ini tak ubahnya tanah, bagian dari bumi, yang mampu menelan segala yang jatuh dari atas. Ada dari kita yang seperti tanah yang berada di pinggir jalan, ada yang tanah penuh dengan semak duri, ataupun tanah yang berbatuan, tetapi ada juga tanah yang subur sebagaimana dilukiskan Yesus dalam Injil hari ini.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami ini tanah bagian dari bumi. Kami berkata-kata dengan bahasa bumi. Pikiran kami pun amat membumi. Kiranya dengan taburan sabda dan kehendakMu, kami akan menjadi tanah  subur yang menyenangkan hatiMu dan menghasilkan banyak buah. Amin.

 

Contemplatio

'Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya'.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017