Pesta santa Maria Magdalena, 22 Juli 2020

2Kor 5: 14-17 + Mzm 63 + Yoh 20: 11-18

 

 

Lectio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Lalu ia berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

Meditatio

Dua kali Maria Magdalena disapa 'ibu, mengapa engkau menangis', tak juga bergeming tangisannya. Kepedihan Maria amatlah mendalam. Namun ketika namanya disebut Maria, terbukalah matanya dan barulah mengenal kehidupan sesungguhnya. Dalam kenyataan hidup, yang mungkin manis atau pahit, panas atau dingin, siang atau malam, senang atau susah, Tuhan Yesus hadir dan ada di sekitar kita. Ia mengawasi kita. Dia ada di antara kita, karena memang kita milikNya, orang-orang yang dikasihiNya. KehadiranNya seringkali tidak kita lihat ataupun rasakan, karena kita sibuk sendiri dengan urusan diri. Kita merasa beban dan tanggunjawab kita yang paling banyak dibandingkan yang lain.

Sapaan Yesus memberi kehidupan baru. Sapaan Yesus membuat Maria berani bersaksi. Dia bukan saja telah melihat Guru, melainkan Aku telah melihat Tuhan!

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyatukan kami semua sebagai saudara dan saudariMu, bila kami memang melakukan kehendak Bapa di surge. Teguhkanlah kami selalu, agar mendengarkan sapaanMu, yang memang sering tidak kami hiraukan, karena perhatian diri sendiri yang melebihi segalanya.

Santa Maria Magdalena, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'mengapa engkau menangis'. Dia Yesus selalu menyapa gerak kita.

Kedua, 'aku telah melihat Tuhan!'. Kita harus berani bersaksi seperti itu.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita